Posted in insomnia, kesehatan mental, sulit tidur

Insomnia

IMG_20147916159490

Tidur merupakan salah satu kebutuhan manusia. Setelah menjalankan berbagai kegiatan seharian, kita membutuhkan tidur yang cukup untuk memulihkan kondisi tubuh. Seseorang yang tidak mampu menjalani proses tidur dengan baik disebut mengalami insomnia. Pengertian insomnia adalah perasaan tidak nyaman atau kurangnya tidur yang berkualitas karena satu atau beberapa hal berikut: kesulitan dalam memulai tidur, mempertahankan tidur, bangun tidur terlalu dini atau tidur yang tidak menyegarkan selama 1 bulan atau lebih. Kesulitan tidur ini dapat menyebabkan gangguan klinis yang signifikan seperti kelelahan, kurang konsentrasi, tidak merasa segar dan nyaman selama menjalani kegiatan.

Setiap orang pada dasarnya pernah mengalami insomnia. Akan tetapi, perempuan, lansia, dan penderita depresi tampak lebih sering mengalami insomnia. Selain itu, faktor seperti stres, kecemasan, masalah medis atau penggunaan obat tertentu dapat membuat orang mengalami insomnia. Konsekuensi dari insomnia sangat banyak. Misalnya, orang yang kurang tidur kemudian mengendarai mobil dapat mengalami kecelakaan fatal. Kurang tidur juga dapat menimbulkan masalah pernikahan dan keluarga karena orang yang kurang tidur lebih cepat marah. Kehilangan jam tidur meskipun sedikit pun dapat berakibat pada menurunnya semangat, kinerja, produktivitas, keterampilan berkomunikasi dan kesehatan secara umum.

Penyebab Insomnia

Hasil penelitian menyatakan bahwa penyebab insomnia yang utama adalah permasalahan emosional, kognitif, dan fisiologis. Ketiganya berperan terhadap kebiasaan yang kurang sehat sehingga dapat menimbulkan insomnia. Insomnia juga bisa disebabkan berbagai faktor, seperti hormonal dan obat-obatan. Bisa juga karena faktor dari luar. Misalnya: tekanan lingkungan, suasana kamar tidur yang tidak nyaman, jet lag atau perubahan waktu tidur karena harus kerja malam. Selain itu, kopi dan teh yang mengandung kafein, tembakau yang mengandung nikotin, alkohol adalah contoh bahan yang dapat menimbulkan kesulitan tidur.

Penanganan Insomnia

Kesulitan tidur yang terjadi beberapa hari tidak perlu mendapatkan penanganan khusus. Misalnya, kesulitan tidur karena perubahan jadwal dan jet lag karena pada akhirnya akan kembali normal. Meski kurang disarankan, obat tidur boleh diminum jika terus-menerus mengalami kurang tidur dan penurunan kinerja. Hal ini karena obat tidur dapat menimbulkan efek samping.

Penanganan kesulitan tidur yang lebih dari sebulan dimulai dari mengidentifikasi, mengurangi dan menghentikan perilaku yang dapat memperburuk kondisi. Jika ada masalah psikologis atau emosi, disarankan untuk melakukan konseling untuk mencari solusi. Berbagai terapi perilaku dan kognitif, seperti relaksasi, pembatasan tidur dan mengatur kembali waktu tidur dapat membantu untuk tidur yang lebih berkualitas.

Dipublikasikan melalui Koran Kaltim Post

Advertisements

Author:

Saya adalah seorang istri dan ibu dari dua anak yang tinggal di Balikpapan. Saya juga seorang psikolog yang mendalami psikologi klinis dewasa, khususnya tentang pernikahan dan keluarga. Saya suka menulis, membaca, dan jalan-jalan. Akhir-akhir ini, saya senang berbagi pengalaman tentang ASI dan pengasuhan anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s