Posted in balikpapan, kecemasan, mengelola, psikologi

Memahami tentang kecemasan

image

Dalam kehidupan seseorang, perasaan cemas dapat muncul kapan saja. Dalam bentuk paling ringan, perasaan cemas dapat memacu kita untuk berpikir dan merencanakan sesuatu di masa depan. Hanya saja jika berlebihan, perasaan cemas dapat berubah menjadi hal yang menyebalkan dan mengganggu. Kecemasan yang berlebihan juga dapat mempengaruhi produktivitas, konsentrasi, dan mood. Bahkan, kecemasan yang berlangsung secara terus menerus dapat mengganggu hubungan dan hubungan sosial.

Cemas merupakan reaksi normal terhadap situasi yang penuh tekanan. Walaupun begitu, pada kasus-kasus tertentu rasa cemas muncul secara terus-menerus dan memperbesar masalah. Biasanya rasa cemas muncul pertama kali ketika masa kanak-kanak. Penelitian menunjukkan bahwa faktor biologis dan lingkungan berkontribusi terhadap gangguan kecemasan. Sebagian orang memiliki kecenderungan genetis hingga dapat muncul rasa cemas yang berlebihan. Walaupun begitu, pengalaman traumatis pada usia dini dapat mengubah proses tubuh yang normal menjadi reaktif atau berlebihan dalam menghadapi stres.       

Tanda-tanda Kecemasan

Berbagai tanda cemas dapat dilihat dari beberapa faktor, yaitu
fisik, pemikiran, perilaku, emosi dan interpersonal. Tanda fisik
yang muncul adalah meningkatnya detak jantung, Aliran darah 
kemudian mengencangkan otot-otot tubuh, terutama bagian kaki dan tangan. Bulu kuduk berdiri, berkeringat, muka memerah, perut kram juga merupakan tanda fisik yang muncul ketika timbul rasa cemas.

Secara kognitif, tanda cemas tampak dari bagaimana kita mengkhawatirkan pemikiran atau penilaian orang lain. Orang yang cemas takut dinilai sebagai orang yang membosankan, tidak mampu atau tidak menarik. Mereka juga cenderung melebih-lebihkan kemungkinan munculnya peristiwa negatif, bahkan merasa merasa tidak mampu untuk menanggulangi jika muncul masalah. Contohnya, mereka terlalu khawatir jika salah seorang teman meninggalkan dirinya atau enggan berteman lagi. Kecemasan dapat menyebabkan seseorang kehilangan kepercayaan diri, seperti tidak ada lagi yang mau berteman dengannya.

Tanda cemas jika dilihat dari perilaku adalah penghindaran. 
Orang menghindari situasi atau tingkah laku yang mereka takuti 
dan dapat memicu kecemasan. Mereka takut tidak dapat tampil
sesempurna yang diinginkan, bahkan berusaha menanggulangi 
kecemasan dengan bekerja lebih keras. Banyak tipe gangguan
Kecemasan yang berkaitan dengan memeriksa beberapa kali 
atau sebaliknya tidak ingin memeriksa. Misalnya, seseorang
yang memiliki gangguan makan biasanya cemas terhadap berat
badan mereka sehingga lebih sering menimbang berat badan atau
sebaliknya menghindar ketika mengecek berat badan.

Emosi juga menjadi salah satu tanda cemas. Emosi yang 
berkaitan dengan rasa cemas adalah cepat tersinggung dan 
merasa tidak berdaya. Sedangkan secara interpersonal, orang 
dengan kecemasan sering ingin ditenangkan oleh pasangannya. 
Orang dengan kecemasan pun memiliki ketakutan untuk 
mendekatkan diri atau merasa tidak kompeten dalam 
berhubungan dengan orang lain.

Hal yang dapat dilakukan jika sedang mengalami kecemasan, 
yaitu melakukan kontrol pernafasan dengan cara mengambil 
nafas dalam dan lepaskan secara perlahan-lahan hingga tubuh 
merasa nyaman. Relaksasi juga dapat dilakukan untuk melemaskan
ketegangan yang muncul pada otot-otot tubuh, terutama leher, 
kepala, dan dada. Selain itu, intervensi secara kognitif atau
pemikiran dapat dilakukan dengan mengubah pemikiran-pemikiran
negatif menjadi positif, menghindari pikiran yang tidak realistis. 

Pendekatan terhadap keluarga dengan bercerita dan memecahkan 
masalah bersama-sama dapat pula mengurangi kecemasan. Begitu 
pula dengan olah raga secara teratur agar dapat menyalurkan 
stres dan memberikan rasa nyaman pada diri sendiri. 

Advertisements

Author:

Saya adalah seorang istri dan ibu dari dua anak yang tinggal di Balikpapan. Saya juga seorang psikolog yang mendalami psikologi klinis dewasa, khususnya tentang pernikahan dan keluarga. Saya suka menulis, membaca, dan jalan-jalan. Akhir-akhir ini, saya senang berbagi pengalaman tentang ASI dan pengasuhan anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s