Posted in pernikahan

Mengapa Selingkuh?

2016-08-02 11.17.25

Kaltim Post, 2 Agustus 2016

Pada masa sekarang ini, perselingkuhan telah menjadi suatu isu yang banyak terjadi dalam masyarakat kita. Penelitian yang dilakukan di Amerika pada tahun 2008, memperkirakan 10-25% pasangan yang telah menikah setidaknya pernah satu kali selingkuh. Awalnya, perilaku selingkuh yang tampak hanya dilakukan oleh
kalangan pria. Namun seiring dengan kemajuan jaman, wanita juga berani melakukan perselingkuhan dalam pernikahannya. Penelitian Blumstein & Schwartz pada tahun 1990 menunjukkan 11% dari pria dan 9% dari wanita yang telah menikah dilaporkan berselingkuh. Sedangkan Data Komnas Perlindungan Anak pada tahun 2006
menunjukkan dari 9 kasus perceraian akibat perselingkuhan, 7 diantaranya dilakukan oleh wanita yang melakukan perselingkuhan dengan pria lain.
Perselingkuhan merupakan salah satu penyebab terjadinya perceraian. Berdasarkan data perceraian yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah
Agung (Ditjen Badilang MA) pada tahun 2010, perselingkuhan menjadi urutan kedua setelah faktor ekonomi sebagai penyebab perceraian, yaitu sebanyak 20.199 dari 285.184 kasus perceraian. Berdasarkan data tersebut dapat diartikan dari 10 keluarga, satu keluarga bercerai disebabkan karena perselingkuhan. Jadi, mengapa banyak terjadi perselingkuhan?
Terdapat beragam penyebab mengapa seseorang berselingkuh, namun kebanyakan dari mereka menyatakan bahwa suami atau istrinya kurang dapat memuaskan dalam hal emosional atau seksual. Sebaliknya, pasangan selingkuhnya dapat memenuhi kebutuhan emosional dan seksualnya. Semakin besar ketidakpuasan terhadap suami atau istri, maka mereka akan semakin berusaha mendekati pasangan selingkuhnya.
Penyebab lainnya adalah pasangan berusaha untuk setara atau sama dalam beberapa karakteristik, termasuk pendidikan, pendapatan, menarik secara fisik, pandangan religius, minat dan perilaku. Pasangan yang kurang sesuai dalam satu sama lain dalam karakter-karakter yang penting rentan mengalami perselingkuhan, mungkin karena mengalami ketidakpuasan dengan pasangannya. Contohnya,
pasangan dengan tingkat pendidikan yang setara dan memiliki minat yang sama jarang mengalami perselingkuhan. Dengan mencari kesamaan dengan pasangan dan saling
menyesuaikan diri dapat terhindar dari perselingkuhan.
Pada masa sekarang, pria dan wanita sama-sama dapat melakukan perselingkuhan. Bahkan terdapat kemungkinan bahwa wanita dengan status sosioekonomi yang lebih tinggi dapat menunjukkan ketidaksetiaan terhadap pasangan. Misalnya, wanita memiliki pendidikan dan pekerjaan yang lebih baik daripada suami mereka. Mereka tidak takut untuk berpisah atau bercerai dari suami mereka karena dapat membiayai diri sendiri.
Jadi, bagaimana menghindarkan diri dari perselingkuhan? Dengan berbagai problematika rumah tangga yang ada, pasangan perlu untuk dekat dan saling membahagiakan satu sama lain. Terkadang seorang istri terlalu sibuk memperhatikan anak atau menyelesaikan pekerjaan rumah tangga sehingga lupa memperhatikan suami. Secara emosional, seorang suami senang jika dihargai oleh istrinya atas kerja kerasnya selama ini. Oleh karena itu, berikan perhatian dan pujian. Sediakan waktu untuk berdua dan berkomunikasi satu sama lain. Jika perlu saling memberi hadiah agar pernikahan tetap harmonis.
Advertisements

Author:

Saya adalah seorang istri dan ibu dari dua anak yang tinggal di Balikpapan. Saya juga seorang psikolog yang mendalami psikologi klinis dewasa, khususnya tentang pernikahan dan keluarga. Saya suka menulis, membaca, dan jalan-jalan. Akhir-akhir ini, saya senang berbagi pengalaman tentang ASI dan pengasuhan anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s