Posted in balikpapan, depresi, insomnia, kecemasan, kesehatan mental, psikologi, relaksasi, sulit tidur

Membangun Kekuatan Mental

mental-health-stickers

Telah banyak diketahui bahwa terdapat hubungan erat antara pikiran dan tubuh, yang berarti pula terdapat hubungan antara kesehatan fisik dan mental. Jika kita merasa kurang nyaman dan kita tidak tahu sebabnya, terkadang hal yang perlu kita lakukan adalah melakukan perubahan secara fisik, bukan hanya mengubah pikiran. Memberi saran untuk “berpikir positif” terkadang kurang mengena untuk sebagian orang.  Tips berikut dapat dilakukan untuk membangun kekuatan mental melalui fisik kita:

  1. Berjalan. Berbagai penelitian menyatakan bahwa aktivitas fisik dapat menjadi cara yang efektif untuk membantu menyelesaikan masalah mental. Dengan berjalan 30 menit setiap hari dapat mengurangi depresi dan meningkatkan kualitas hidup. Manfaat berjalan bukan hanya untuk orang yang depresi, namun juga orang yang sehat.
  2. Tersenyum. Penelitian juga menemukan bahwa senyuman dapat membantu meningkatkan rasa nyaman. Sebaliknya, merengutkan dahi dapat meningkatkan rasa tidak nyaman/sakit. Denyut jantung dapat berdetak lebih pelan jika kita tersenyum saat menghadapi peristiwa yang penuh stres, walaupun kita sedang tidak merasa senang. Kita dapat berpikir tentang tempat yang membuat kita senang atau hal lucu ketika sedang menjalani prosedur yang menyakitkan. Hal tersebut dapat mengurangi rasa sakit.
  3.  Tarik napas panjang untuk meningkatkan konsentrasi. Tarik nafas dilakukan beberapa menit dan sambil menghitung tarikan nafas akan membantu ketika menghadapi banyak tugas.
  4. Berlatih beban. Hal tersebut dapat mengurangi kecemasan, takut, dan khawatir. Tanpa adanya intervensi, kecemasan dapat membuat kurang tidur, rasa sakit, kurang sehat dan terbatas secara fisik. Tidak perlu berlatih angkat beban yang berat, lakukan yang ringan atau sedang untuk mendapatkan hasil yang efektif.

Membangun kesehatan mental tidak selalu dengan mengubah pikiran. Terkadang, dengan beberapa perubahan fisik secara rutin dapat membantu dalam melatih otak dan menyembuhkan pikiran.

Diterjemahkan dari : https://www.psychologytoday.com/blog/what-mentally-strong-people-dont-do/201611/5-active-ways-build-mental-strength

 

 

 

Advertisements
Posted in balikpapan, depresi, kesehatan mental, relaksasi

Mengenal tentang Depresi

unnamed

Depresi merupakan gangguan kesehatan yang cukup serius. Sayangnya masyarakat di Indonesia masih belum banyak mengenal dan memahaminya. Dengan meningkatkan kesadaran terhadap depresi, maka kita dapat menyelamatkan banyak jiwa.

Menurut WHO, depresi adalah masalah yang dapat dialami oleh siapapun di dunia, sekitar 350 juta orang pernah mengalaminya. Depresi adalah gangguan mood berupa perasaan sedih dan kehilangan minat secara terus menerus. Dalam jangka waktu yang lama, depresi dapat mempengaruhi perasaan, pemikiran, dan perilaku orang yang mengalaminya hingga mengganggu kegiatan sehari-hari. Bahkan dalam kasus yang terburuk, dapat menimbulkan perasaan tidak berharga dan mengakibatkan bunuh diri.

Gejala Depresi

Depresi memiliki gejala khas yang tampak dalam gejala psikis, fisik dan sosial. Gejala psikis biasanya berupa kesedihan luar biasa, kehilangan semangat hidup, merasa bersalah dan gagal, kurang percaya diri secara terus-menerus, dan mudah tersinggung. Sedangkan gejala fisik berupa malas beraktivitas, gangguan tidur, nafsu makan terganggu, merasa letih berkepanjangan dan kesulitan berkonsentrasi. Adapun gejala sosial yang tampak merupakan akibat dari gejala psikis dan fisik. Orang yang mudah tersinggung, letih dan mudah sakit akhirnya akan berdampak ketika bereaksi pada lingkungan. Ia akan mudah mengalami konflik dengan orang lain.

Penyebab Depresi

Kondisi depresi dapat timbul ketika seseorang mengalami stress yang tidak kunjung reda. Depresi juga dapat terjadi karena baru mengalami peristiwa dramatis dalam hidup, seperti kehilangan orang yang disayangi dan kehilangan pekerjaan. Selain itu, konflik dengan orang lain atau keluarga secara terus-menerus juga dapat menimbulkan depresi.

Berdasarkan faktor biologis, ada beberapa hal yang dapat berperan terhadap timbulnya depresi yaitu sakit berkepanjangan, efek samping obat, dan perubahan hormonal. Terkait perubahan hormon, wanita yang mengalami monopause, hamil dan melahirkan perlu berhati-hati karena dapat mengalami depresi. Selain itu, depresi dapat terjadi karena penyakit fisik turunan.

Pencegahan dan penanggulangan

Untuk pencegahan depresi, kita perlu belajar untuk mengelola stress sehari-hari. Kita juga perlu mempererat ikatan dengan keluarga dan teman terutama ketika menghadapi krisis. Selain itu, kenali gejala-gejala awal depresi untuk mendapatkan penanganan segera. Untuk menanggulangi, penderita perlu merubah pola hidup, yaitu menjalani hidup dengan lebih teratur. Selain itu, memiliki kemauan untuk menjalani terapi psikologis yang berupa latihan relaksasi dan konseling dengan psikolog. Penderita pun perlu mendapatkan pengobatan secara rutin dari dokter.

Dipublikasikan melalui Koran Kaltim Post